Mengenal Paru Paru Basah dan Penanganan

penanganan paru paru basah

Paru-paru basah adalah kondisi yang terjadi akibat peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru. Paru-paru basah ini biasanya terjadi akibat infeksi pada paru-paru.
Batuk terus menerus dan disertai demam, kadang bisa menjadi salah satu tanda atau gejala terkena paru-paru basah. Paru-paru basah merupakan sebuah kondisi yang umum terjadi di Indonesia dan tidak menular dari satu orang ke orang lainnya. Lalu apa yang dimaksud dengan kondisi paru-paru basah? dan bagaimana penanganan paru paru basah ?

Apa itu Paru Paru Basah ?

Paru-paru basah atau di dalam dunia medis disebut efusi pleura biasanya merupakan gejala penyakit. Maka itu, biasanya kalau Anda mengalami paru-paru basah, berarti ada penyakit tertentu yang menyebabkan gejala tersebut.
Paru-paru yang basah terjadi karena ada kelebihan cairan di pleura. Pleura adalah selaput yang melapisi dinding rongga dada. Rongga dada sendiri adalah “rumah” bagi paru-paru Anda. Maka, selaput pleura terletak di antara paru-paru dan dinding rongga dada manusia. Kondisi paru-paru basah biasanya sangat umum terjadi, dan lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun.

Gejala

Penyakit paru-paru basah dapat dikenali dari berbagai gejala umumnya, antara lain:
1. Batuk kering atau batuk yang disertai dahak berwarna kuning, cokelat, hijau, atau kemerahan (batuk darah).
2. Nyeri dada yang bertambah parah ketika batuk.
3. Napas berat atau terasa sesak, bahkan ketika sedang istirahat.
4. Demam, menggigil, dan sering berkeringat.
5. Kehilangan nafsu makan.
6. Kelelahan atau terlihat tidak berenergi.
7. Mual, muntah, atau diare.
8. Jantung berdebar.
Selain gejala umum, ada pula gejala tambahan paru-paru basah yang muncul sesuai usia penderitanya, yaitu:
a. Pada bayi, gejala batuk mungkin tidak terlalu jelas. Gejala yang dapat muncul biasanya adalah bayi menjadi rewel dan sulit makan atau minum.
b. Pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun, napas bisa menjadi cepat dan berbunyi (mengi).
c. Pada orang dewasa, gejaa tambahannya bisa berupa linglung, mengantuk, bahkan koma.

Penyebab

Ada banyak hal yang dapat menginfeksi paru-paru hingga mengakibatkan paru-paru basah, yaitu:
1. Infeksi bakteri
Bakteri penyebab paru-paru basah yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae. Selain itu, ada pula bakteri Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae. Paru-paru basah ini bisa disebabkan oleh penularan kuman dari orang lain atau akibat pengggunaan alat ventilator dalam jangka panjang.
2. Infeksi virus
Infeksi virus yang menimbulkan penyakit flu, bronkitis, dan bronkiolitis merupakan penyebab umum paru-paru basah pada balita. Paru-paru basah jenis ini biasanya lebih ringan dan dapat sembuh sendiri dalam 1-3 minggu tanpa pengobatan. Namun, ada juga yang bisa menjadi semakin berat.
3. Infeksi jamur
Paru-paru basah karena infeksi jamur lebih banyak terjadi pada orang yang memiliki masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Infeksi juga dapat terjadi setelah jamur dari tanah atau kotoran burung terhirup. Contoh jamur yang dapat menyebabkan paru-paru basah adalah Pneumocystis jirovecii, Cryptococcus, dan Histoplasmosis.
Selain infeksi, paru-paru basah juga dapat terjadi akibat hal lain, misalnya pneumonia aspirasi yang terjadi akibat masuknya benda asing, seperti cairan lambung, air liur, makanan, atau minuman, ke dalam saluran napas dan menimbulkan gangguan pada paru-paru. Pada kasus tertentu, paru-paru basah juga bisa muncul akibat efusi pleura.

Pencegahan Paru Paru Basah

Pencegahan paru-paru basah dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, yaitu:
a. Mendapatkan vaksinasi pneumonia (vaksin PCV) dan influenza.
b. Tidak merokok dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol.
c. Rajin mencuci tangan, demi menghindari penularan kuman dari orang lain atau dari benda yang terkontaminasi kuman.
d. Menjaga kebersihan lingkungan, misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan rumah secara rutin.
e. Menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan ketika bersin.
f. Menggunakan masker ketika terdapat polusi udara atau orang yang sedang sakit batuk atau pilek di sekitar rumah atau kantor.

Paru-paru basah adalah masalah kesehatan yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan dari dokter spesialis paru. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menjadi semakin berat dan merusak paru-paru. Segera kunjungi dokterjika anda mengalami gejala- gejala di atas.
Jika artikel ini dirasa membantu silahkan di share dan tinggalkan pendapat anda pada kolom komentar. Salam sehat!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Kesehatan Lainnya

Royal Kiraz Untuk Sakit di Hati dan Empedu Bocor

Pertanyaan : Saya ada calon pasien, sekarang kondisinya badan sakit2, sakit dalam perut, pernah mengalami sakit di hati dan empedu bocor, menyebabkan perut bengkak, persendian sakit2, badan kurus. Belum mengkonsumsi Royal Kiraz. Bagaimana jawaban ilmiah nya jika...

Belum Merasakan Efek Royal Kiraz

Pertanyaan : Saya baru konsumsi setengah dari permen Royal Kiraz. Tapi belum merasakan efek dari Royal Kiraz. Mohon petunjuk apakah saya bisa minum hari ini situasi perut belum terisi makanan cuma baru minum air putih saja. Jawaban : Bisa sebelum atau sesudah...

Konsumen Adalah Aset Dan Ladang Amal

Royal Kirazers yang saya sayangi, konsumen adalah aset dan ladang amal, saya belajar dari pak yong, bagaimana semangatnya beliau mengabarkan Royal Kiraz dengan sepenuh jiwa, sesungguhnya sentuhan keikhlasan seperti yang pak sulaeman ingatkan kepada kita, akan...